Home / Berita / Momentum Investasi di Pangkal Pinang: Sektor Mana yang Mendominasi di Oktober 2025?

Momentum Investasi di Pangkal Pinang: Sektor Mana yang Mendominasi di Oktober 2025?

PANGKAL PINANG – Momentum percepatan izin berusaha di Kota Pangkal Pinang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari DPMPTSP Kota Pangkal Pinang, tercatat sebanyak 638 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) telah diterbitkan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) sepanjang Oktober 2025, dengan nilai akumulasi Rencana Investasi yang fantastis, mencapai Rp191.809.874.193 (Rp191,8 Miliar). Angka ini tidak hanya mencerminkan efisiensi layanan perizinan, tetapi juga menandakan dinamika investasi yang kuat dan potensi pertumbuhan ekonomi yang merata di tujuh kecamatan.

Tiga Pilar Pertumbuhan: Kecamatan Pendorong Rencana Investasi di Bulan Oktober!

Analisis data sebaran per kecamatan menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas investasi yang perlu dicermati oleh para investor dan pelaku usaha:

  1. Pangkal Balam: Pusat Nilai Investasi Tertinggi : Kecamatan Pangkal Balam muncul sebagai penarik investasi terkuat bulan ini. Meskipun jumlah KBLI yang diterbitkan relatif kecil (37 KBLI), nilai Rencana Investasinya melompat jauh, mencapai Rp124.550.200.000. Dominasi nilai investasi di Pangkal Balam, yang merupakan daerah pelabuhan, mengindikasikan adanya proyek-proyek padat modal berskala besar di sektor logistik, maritim, atau infrastruktur terkait perdagangan. Kawasan ini adalah lokasi strategis untuk investasi yang membutuhkan akses langsung ke jalur distribusi
  2. Gerunggang: Aktivitas Usaha dan Rencana Investasi yang Seimbang : Kecamatan Gerunggang mempertahankan posisinya sebagai salah satu hotspot bisnis utama. Dengan 160 KBLI terbit—jumlah KBLI tertinggi di antara semua kecamatan—Gerunggang mencatatkan nilai Rencana Investasi yang signifikan, yaitu Rp11.191.000.000. Tingginya jumlah KBLI menunjukkan keragaman usaha, mulai dari skala UMK hingga menengah. Gerunggang menawarkan lingkungan bisnis yang dinamis dan terdesentralisasi, ideal bagi pengembangan ritel, jasa profesional, dan industri kreatif.
  3. Bukit Intan: Basis KBLI dengan Investasi Menengah: Kecamatan Bukit Intan menyumbang jumlah KBLI terbesar kedua (144 KBLI) dengan nilai Rencana Investasi yang kokoh, mencapai Rp31.578.750.000. Pesan untuk Investor: Nilai investasi yang solid di Bukit Intan menyiratkan adanya pengembangan properti, jasa kesehatan, atau sektor pendidikan yang membutuhkan modal sedang hingga besar. Potensi di kawasan ini cenderung mengarah pada pengembangan infrastruktur pendukung gaya hidup perkotaan.

Analisis Sektor Peluang: Kawasan Emerging

Data ini juga menyoroti peluang di kecamatan lain dengan nilai rencana investasi yang patut diperhitungkan

Kecamatan Jumlah KBLI Terbit Nilai Rencana Investasi Analisis Peluang
Rangkui 72 KBLI Rp10.784.300.000 Kawasan padat penduduk dan komersial, menjanjikan bagi investasi di sektor Jasa Keuangan, F&B modern, atau pusat perbelanjaan.
Taman Sari 90 KBLI Rp5.603.374.193 Jumlah KBLI tinggi menunjukkan tingginya aktivitas UMK/ritel. Ideal untuk bisnis franchise dan jasa yang berorientasi komunitas.
Gabek 87 KBLI Rp5.779.500.000 Potensi pengembangan sebagai kawasan buffer perkotaan dengan peluang di sektor properti dan fasilitas pendukung.
Girimaya 48 KBLI Rp2.322.750.000 Meskipun nilai terendah, jumlah KBLI yang signifikan mengindikasikan aktivitas UMK yang aktif di skala mikro, menawarkan peluang di supply chain lokal.

Data Oktober 2025 menegaskan bahwa Pangkal Pinang bukan hanya kota jasa dan perdagangan biasa, melainkan arena investasi yang terstruktur dengan baik melalui sistem OSS RBA

Modal Besar Berfokus pada Logistik: Investor besar harus mengarahkan perhatian pada Pangkal Balam untuk proyek padat modal berbasis ekspor-impor atau supply chain regional.

KBLI Merata, Resiliensi UMK Kuat: Tingginya sebaran KBLI di Gerunggang, Bukit Intan, dan Taman Sari menunjukkan ekosistem UMK dan non-UMK yang sangat resilien dan beragam.

Efisiensi Perizinan: Penerbitan 638 KBLI dalam satu bulan adalah bukti nyata kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business) yang ditawarkan oleh DPMPTSP Kota Pangkal Pinang.

Pemerintah Kota Pangkal Pinang yang di pimpin Prof. H. Saparudin, Ph.D (Walikota Pangkal Pinang) dan Dessy Ayutrisna, SE.,MM (Wakil Walikota Pangkal Pinang) melalui DPMPTSP Kota Pangkal Pinang berkomitmen untuk terus memfasilitasi setiap rencana investasi, memastikan percepatan perizinan dan pendampingan bagi semua skala usaha. Kesempatan untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Pangkal Pinang kini terbuka lebar.

About Vhyrga DPMPTSP Pangkal Pinang

Check Also

Resiliensi Strategis: Pangkal Pinang Mengukuhkan Dominasi Investasi di Jantung Kepulauan Bangka Belitung pada Kuartal I 2026

PANGKAL PINANG – Saat fajar Ramadan 1447 H, Kota Pangkal Pinang mengirimkan sinyal kuat ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *