Home / Berita / Tiga MoU Kemitraan UMKM Ditandatangani, FPUD 2026 Perkuat Ekosistem Investasi di Bangka Belitung

Tiga MoU Kemitraan UMKM Ditandatangani, FPUD 2026 Perkuat Ekosistem Investasi di Bangka Belitung

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Forum Pemberdayaan Usaha Daerah (FPUD) Pulau Bangka Tahun Anggaran 2026. Dalam forum yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai II Kantor DPMPTSP Babel, Kamis (30/7/2026), sebanyak tiga nota kesepahaman (MoU) kemitraan antara usaha besar dan UMKM resmi ditandatangani.

Tiga kerja sama tersebut melibatkan PT Famon Medika Pangkalpinang dengan Ihsan Food, CV Mega Jaya Sentosa dengan Telur Asin Zhafira, serta CV Maria Kita dengan Toko Antarini. Penandatanganan MoU menjadi bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem usaha daerah sekaligus mendorong UMKM agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri dan investasi.

Forum mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha besar, UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, sektor perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala DPMPTSP Babel, Hardian yang diwakili Sekretaris DPMPTSP, Arpandi, mengatakan FPUD merupakan langkah strategis untuk memastikan investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi momentum untuk memperkuat kemitraan yang berkelanjutan antara usaha besar dan UMKM. Kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk ke Bangka Belitung mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kemudahan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mendukung pencapaian target realisasi investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dalam sesi pemaparan, DPMPTSP Babel menyampaikan capaian kinerja investasi daerah serta berbagai upaya peningkatan kemudahan berusaha. Sementara itu, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Direktorat Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Mayang Sari, menegaskan bahwa kemitraan usaha besar dengan UMKM merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Menurutnya, UMKM yang menjalin kemitraan dengan usaha besar memiliki peluang sekitar 1,5 kali lebih besar untuk naik kelas dibandingkan UMKM yang belum bermitra. Karena itu, dukungan aktif pemerintah daerah, khususnya DPMPTSP, diperlukan untuk memfasilitasi pelaksanaan kemitraan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Paparan juga disampaikan oleh Branch Manager BNI 46, R. Wahyu Bintoro, bersama jajarannya mengenai berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM guna memperluas akses permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung secara luring maupun daring. Para peserta membahas berbagai isu terkait penguatan kemitraan usaha, peningkatan investasi, serta perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Turut hadir mendampingi Sekretaris DPMPTSP Babel, Analis Kebijakan Ahli Madya, Akhmad Karnolus, dan Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Ermedi.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Pangkalpinang Syarli Nopriansyah, Kepala DPMPTSPP Kabupaten Bangka Tengah Risaldi Adhari, serta sejumlah pejabat fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda DPMPTSP Babel, serta sejumlah pejabat fungsional sesuai undangan FPUD. Sementara itu, secara daring turut mengikuti kegiatan Kepala DPMPTSP Kabupaten Belitung, Septi Anggraheni, pejabat DPMPTSPP Kabupaten Bangka Barat, pejabat fungsional DPMPTSP Kabupaten Belitung Timur, perwakilan OPD teknis, serta unsur terkait lainnya.

Melalui penyelenggaraan FPUD 2026, DPMPTSP Babel berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan UMKM semakin kuat sehingga pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri dan investasi yang berkelanjutan di Babel

About Vhyrga DPMPTSP Pangkal Pinang

Check Also

Stabilitas di Tengah Musim: Pangkal Pinang Perkokoh Ekosistem Usaha Menuju Kuartal II

PANGKAL PINANG – Kota Pangkal Pinang terus menunjukkan taringnya sebagai magnet investasi di Kepulauan Bangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *