PANGKAL PINANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkal Pinang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembuatan Peta Potensi Investasi Kabupaten/Kota Sesuai Kebijakan dan Arahan Pengembangan Nasional Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat (SRC) Kantor Wali Kota Pangkal Pinang, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM secara daring.
Kegiatan yang dipandu oleh moderator Bapak Riharnadi, S.E. ini dibuka secara resmi oleh Kepala DPMPTSP Kota Pangkal Pinang, Bapak Syarli Nopriansyah, S.STP., M.P., serta dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak kecamatan, serta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Pangkal Pinang.
Dalam laporan ketua pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penanaman Modal, Bapak Dian Aryo Sekunda, S.IP., M.Si., ditegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi akurat terkait sektor unggulan daerah, memperkuat sinergi antar-OPD, serta mendorong minat pelaku usaha dalam membuka lapangan kerja demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh data potensi daerah nantinya akan diintegrasikan ke dalam sistem Potensi Investasi Regional (PIR) Kementerian Investasi/BKPM agar dapat diakses oleh investor global.

Arah Kebijakan dan Strategi Integrasi Wilayah
Dalam arahannya, Kepala DPMPTSP Kota Pangkal Pinang, Bapak Syarli Nopriansyah, menekankan pentingnya peran aktif seluruh kecamatan hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT dalam menggali potensi wilayah masing-masing. Para camat diminta untuk memastikan seluruh wilayah terwakili dan tersinkronisasi dengan visi kota serta kebijakan nasional.
Selain itu, penyusunan peta potensi ini juga harus selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang sedang dalam tahap pembahasan maraton, khususnya terkait penyesuaian pola ruang sebagai pintu masuk perizinan. Peta potensi investasi ini nantinya diharapkan menjadi rujukan tunggal bagi seluruh OPD dalam memberikan informasi yang seragam, transparan, dan akurat kepada calon investor.

Capaian Realisasi Investasi dan Sektor Unggulan
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula capaian realisasi investasi semester tahun 2026 yang mencatatkan total angka sebesar Rp345,15 miliar, dengan rincian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp289,46 miliar serta penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.485 orang. Lima sektor realisasi investasi terbesar di Kota Pangkal Pinang didominasi oleh sektor pertambangan (ditopang keberadaan kantor pusat dan smelter), jasa lainnya, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, perdagangan, serta perikanan.
Tinggi harga komoditas seperti timah dan Tandan Buah Segar (TBS) sawit belakangan ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat Pulau Bangka, di mana Kota Pangkal Pinang diposisikan siap menyambut peningkatan kunjungan wisatawan dan pelaku ekonomi dari kabupaten sekitar.
Komitmen Tindak Lanjut
Rapat sosialisasi ini menghasilkan sejumlah poin kesepakatan dan tindak lanjut strategis, di antaranya yaitu menyampaikan hasil dan materi sosialisasi kepada pimpinan di masing-masing instansi OPD, melibatkan seluruh kecamatan secara aktif dalam proses pengumpulan data potensi wilayah, menyusun Surat Keputusan (SK) Tim Pembuatan Peta Potensi Investasi Daerah dan melakukan sinkronisasi data potensi dengan dokumen RTRW/RDTR serta menginput datanya ke dalam sistem PIR Kementerian Investasi/BKPM.
Melalui langkah komprehensif ini, Pemerintah Kota Pangkal Pinang optimis dapat mewujudkan pelayanan penanaman modal yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi baik di kancah nasional maupun global.
DPMPTSP Kota Pangkalpinang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pangkalpinang
